Skip to main content
TOPOLOGI HYBRID
Pengertian Topologi hybrid
Topologi Hybrid merupakan
penggabungan dari beberapa (dua atau lebih) topologi jaringan yang berbeda.
Misalnya ketika suatu jaringan yang menggunakan topologi Ring, digabungkan
dengan jaringan lain yang menggunakan topologi star; maka topologi baru yang terbentuk
dari gabungan kedua topologi jaringan ini disebut sebagai topologi Hybrid. Jika
jaringan yang digabungkan memiliki jenis topologi yang sama, maka penggabungan
kedua jaringan tersebut bukanlah topologi hybrid. Misalnya jaringan dengan
topologi bus digabungkan dengan jaringan lain yang juga menggunakan topologi
bus, maka penggabungan kedua jaringan tersebut tetap merupakan topologi bus,
bukan topologi hybrid.
Topologi Hybrid mengkombinasi dua atau lebih topologi
jaringan yang berbeda sedemikian rupa, sehingga topologi jaringan yang
dihasilkan tidak mengacu pada standar topologi yang ada; tidak menampilkan
karakteristik topologi tertentu. Topologi ini seringkali menghasilkan tata
letak topologi yang rumit, sulit dipahami, sebab menggabungkan berbagai struktur
topologi. Meskipun demikian penggunaan topologi ini jarang menimbulkan masalah.
Perangkat Jaringa dalam topologi
hybrid:
1. Hub
Hub merupakan sebuah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan
seluruh komputer dalam jaringan. Hub merupakan titik pusat jaringan yang
berfungsi untuk menerima sinyal dari sebuah unit komputer lalu kemudian
mentransfer sinyal tersebut kekomputer lainnya. Hub juga dapat menguatkan
sinyal yang ditransmisikan melalui Kabel UTP.
Hub memiliki banyak port, melalui port ini sejumlah komputer
dapat dihubungkan menggunakan konektor RJ45. Banyaknya komputer yang dapat
terhubung, bergantung banyaknya port pada hub tersebut. Hub dengan hub lain
juga dapat saling terhubung, sehingga memungkinkan penambahan jumlah komputer
yang terhubung dalam jaringan. Terdapat dua jenis Hub yang digunakan dalam
topologi jaringan Hybrid, yaitu:Hub pasif: hanya berfungsi sebagai pembagi jaringan.Hub aktif: berfungsi sebagai penghubung serta penguat sinyal
dalam jaringan.
2. Switch
Switch memiliki fungsi yang mirip dengan Hub, yaitu sebagai penghubung dalam
jaringan. Namun berbeda dengan hub, cakupan luas jaringan dari switch lebih
besar. Selain itu switch memiliki
kecepatan yang lebih tinggi daripada hub. Switch bekerja pada layer 2 dan layer
3 jaringan, menentukan kemana paket data akan dikirim atau diterima berdasarkan
alamat MAC pada NIC (Network Interface Card). Sistem ini mengindarkan
terjadinya collision (tabrakan data) pada jalur data dalam jaringan.
Selain Hub dan Switch, topologi ini juga menggunakan perangkat
jaringan lain yang digunakan pada topologi jaringan yang digabungkannya.
Misalnya router,
acces point, LAN Card atau Wireless Card, dan semacamnya. Kabel jaringan yang
digunakan pada topologi ini juga bergantung jenis-jenis topologi jaringan yang
membangun topologi hybrid ini.
Karakteristik
Topologi Hybrid
Topology Hybrid tidak memiliki karakteristik khusus, sebab
merupakan penggabungan dari beberapa topologi. Topologi hybrid akan membawa
karakteristik topologi asal yang membangunnya. Misalkan jika topologi hybrid di
salah satu perusahaan merupakan gabungan dari topologi star, topologi ring, dan
topologi bus; maka topologi hybrid pada jaringan tersebut memiliki
karakteristik bawaan dari topologi ring, star, dan bus.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid
Sama seperti topologi lainnya, topologi jaringan hybrid juga
tidak sempurna. Topologi ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan sebagai
berikut:
Kelebihan Topologi Hybrid
-Dapat menyatukan dua atau lebih
topologi jaringan yang berbeda.-Fleksibel dan efisien; dapat
diterapkan pada lingkungan jaringan yang berbeda, tanpa perlu merombak topologi
jaringan yang telah terbentuk sebelumnya. Selain itu dapat mengurangi space
jaringan yang terbuang.-Kustomisasi, memungkinkan
penyesuaian cara pengaturan jaringan untuk mencapai tujuan tertentu.-Aliran data dapat bekerja dengan
sempurna meskipun berjalan dalam sejumlah lalu lintas jalanan yang berbeda akibat
mengkombinasikan berbagai konfigurasi topologi jaringan yang berbeda.-Sangat mudah untuk menambah node
atau koneksi peripheral baru, meskipun topologi jaringan berbeda.-Ketika salah satu link dalam
jaringan mengalami gangguan, bagian link jaringan lainnya tidak akan ikut
mengalami gangguan.-Kecepatan jaringan konsisten
sebab menggabungkan kelebihan dan menghilangkan kelemahan masing-masing
topologi jaringan.
Kekurangan Topologi Hybrid
-Pengelolaan jaringan cenderung
sulit, karena penggabungan beberapa topologi menyebabkan struktur jaringan
menjadi rumit dan sukar dipahami.-Biaya untuk membangun topologi
ini cukup mahal, sebab menggunakan banyak hub dan
kabel untuk menghubungkan jaringan.-Biaya perawatan jaringan juga
cukup mahal. Hub harus terus bekerja meskipun salah satu node dalam jaringan
tidak bekerja, sebab hub harus mengelola beberapa jenis jaringan sekaligus.-Instalasi dan konfigurasi
jaringan rumit, sebab harus menghubungkan beberapa topologi yang berbeda dan
disaat yang sama juga harus memastikan semua node berfungsi dengan baik.
Contoh Topologi Hybrid
Comments
Post a Comment